Monday, 8 December 2014

Kran Keren

Berdasarkan internet yang semakin canggih ini, Indonesia sebagai negara yang memiliki iklim tropis memiliki beberapa ciri yaitu:
1. Penyinaran matahari sepanjang tahun
2. Memiliki dua musim yaitu penghujan dan kemarau
3. Terjadi perubahan suhu yang ekstrim saat pergantian musim
4. Suhunya stabil

Menurut pengalaman aku sebagai warga negara yang begitu setia di negara ini, semua ciri yang kutemukan di internet tersebut adalah benar. Kemanapun aku pergi, semua ciri tersebut masih terasa. Apalagi saat kemarin aku ke Surabaya, ciri yang ke-4 adalah yang paling benar. Suhunya stabil, stabil panasnya maksudnya -___-' 

Selasa malam lalu aku menginap di Surabaya gitu di kosan sepupu di daerah entahlah, pokoknya deket pasar dan sungai. Haha! Kamar kosnya cukup aneh, sekamar isinya empat orang gitu. Berhubung aku sebagai orang ke-5 tidak dapat tempat, jadilah aku tidur di lantai sama sepupu aku (nemenin gitu dia). Benar-benar tidur DI LANTAI loh. Tanpa alas apapun. Anehnya, nggak dingin gitu rasanya. Tapi HANGAT sodara-sodara, rasanya TIDUR DI LANTAI SURABAYA. MALAM HARI loh. Hahah. Ternyata begitu ya lantai Surabaya~ 

Paginya aku juga masih menumpang mandi di kosan sepupu aku itu. Mandi tanpa antri, akupun langsung masuk aja ke kamar mandi yang letaknya tepat di seberang kamar sepupuku. Coba tebak aku nemu apa di kamar mandinya! Nggak kalah kerennya dengan lantai yang hangat! Yaitu adalah kran air yang keren! 


posisi kran saat air penuh

posisi kran saat bak hampir kosong


Entah ini sebutannya kran atau bukan, tapi sebut sajalah ini kran. Soalnya sumber air untuk bak tampung itu ya ngucurnya dari lubang situ. Sadarkah anak kosan disitu, mereka tinggal seatap dengan kran air masa depan! 

Kenapa dia pantas menyandang kran air masa depan, Gita? 

Karena kran air ini bisa menyelamatkan banyak tetes air yang mungkin saja akan terbuang sia-sia kalau bukan dia kran airnya!

Coba perhatikan gambar. Nomor 2 sebut saja pemberat, adalah yang menentukan kran air akan mengucurkan air atau tidak dengan posisinya. Air mengucur dari nomor 1, ada lubang gitu disitu. Kalau air lagi penuh, maka nomor 2 akan terangkat sampai posisi tepat horizontal sehingga nomor 1 menutup dan tidak mengeluarkan air. Kalau air tidak penuh, maka nomor 2 akan berada di posisi hampir vertikal sehingga nomor 1 akan mengeluarkan air. Jadi, keran hanya akan mengeluarkan air pas bak sedang kosong, volume air yang mengucur pun berkurang seiring bertambahnya volume dalam bak karena pemberat makin terangkat, sampai akhirnya nggak ada air yang mengucur saat bak sudah penuh. PECAAAAAAHHHH! Fisika banget nggak siiiiihhhhhhh 

Namun waktu yang kulalui disana terlalu singkat (cieh), jadi nggak sempat meneliti material yang digunakan itu apa aja. Aku sendiri sih beneran belum pernah sama sekali lihat yang ginian dipakai di tempat manapun secara nyata, kalau konsep kayaknya pernah dengarlah sedikit. Entah aku yang kampung baru lihat kali ini atau memang baru disini aja dipakainya, tapi harapanku janganlah sampai hanya disini aja kran ini dipakai. Semoga di seluruh tempat di dunia kedepannya akan memakainya. Manfaatnya banyak banget kan buat kita sendiri nggak perlu repot mengontrol bak, selain itu buat airnya sendiri supaya dia nggak mengalir percuma. Pada akhirnya kita ikut andil dalam penghematan air untuk masa depan seluruh penghuni Planet Bumi. :---D